strategi yang dilakukan oleh partai pendukung pemerintah pada pembahasan UU Pemilu pada Kamis (20/7/2017) tidak menjadi sia-sia dengan memilih Opsi A yang selama ini diperjuangkan. Dengan begitu,
yang harus dijaga agar tidak terlalu banyak nama yang keluar,” lanjutnya. Nah ini, “Contoh saja dari PDIP atau Golkar ini kan punya banyak nama yang berpotensi.
sehingga dapat memastikan hanya dia yang diusung dan didukung. Jokowi juga dirasa harus bisa meminimalisir nama-nama calon presiden yang datang dari partai pendukungnya, Bukan hanya itu,
Jokowi harus mengakar di partai koalisi yang sudah terbentuk saat ini dan mendukung kepemimpinannya sampai mengantarkan dirinya ke kursi presiden periode kedua mendatang. Kata dia,
Jumat (21/7/2017) Jakarta, Tidak bisa hanya soal presidential threshold,” jelasnya saat dihubungi, “Masih banyak hal yang harus dilihat.
tidak hanya pada tataran 20-25 persen perolehan suara partai politik di legislatif. masih banyak hal yang harus dilihat oleh Jokowi untuk memenangkan Pemilu Seretak 2019 mendatang, kata dia, Pasalnya,
Titi Anggraini menjelaskan adanya ambang batas pencalonan presiden tidak secara serta merta akan menangkan Jokowi apabila terpilih kembali. JAKARTA – Direktur Eksekutif Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem), TRIBUNNEWS.COM,
Amriyono Prakoso Laporan Wartawan Tribunnews.com,
Source: Tribunnews.com
EmoticonEmoticon
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.